Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Dapur di Desa Kertagena Dajah
Kertagena Dajah – Dalam rangka mendukung program Desa Cerdas dana mewujudkan pilar Lingkungan Cerdas serta upaya memajukan pertanian berkelanjutan, Duta Digital beserta Kader Digital Desa Kertagena Dajah, Kabupaten Pamekasan, mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah dapur di Desa Kertagena Dajah pada Rabu (10 Februari 2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Kadur, Kepala Desa Kertagena Dajah, Kelompok Tani, anggota Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD), serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Kadur memulai kegiatan dengan memberikan presentasi mendalam mengenai pupuk organik. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa pupuk organik adalah jenis pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari bahan organik tanaman dan hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk ini bisa berbentuk padat atau cair dan digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, serta biologi tanah.
“Pupuk organik sangat penting dalam pertanian berkelanjutan karena dapat meningkatkan kesuburan tanah tanpa merusak ekosistem. Penggunaan pupuk organik juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang sering menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan beragam jenis pupuk organik berdasarkan bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya. Misalnya, pupuk hijau yang berasal dari pelapukan tanaman seperti leguminosa dan azola, pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan, serta pupuk kompos yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai.
Kepala Desa Kertagena Dajah menyambut baik pelatihan ini dan berharap para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas pertanian di desa. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendorong petani di Desa Kertagena Dajah untuk beralih ke penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucapnya.
Arinal, Duta Digital Desa Kertagena Dajah juga menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik dari limbah dapur merupakan langkah inovatif yang sejalan dengan visi Desa Cerdas. “Dengan memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik, kita tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknologi terbaru dalam pembuatan pupuk organik, termasuk metode pembuatan pupuk kompos dan bokashi. Peserta juga diajak untuk praktik langsung dalam membuat pupuk organik dari limbah dapur, yang diharapkan dapat diterapkan di lahan pertanian mereka.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai teknik pembuatan dan aplikasi pupuk organik di lapangan. Dengan antusiasme yang tinggi, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam mempromosikan penggunaan pupuk organik di Desa Kertagena Dajah.
Melalui pelatihan ini, Desa Kertagena Dajah semakin memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan program Desa Cerdas pada pilar Lingkungan Cerdas.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin